Hindari DBD, Lapas Polewali Di-Fogging

Berbagi Berita !

Polewali- Langkah-langkah pencegahan memang terlebih dahulu harus dilakukan ketimbang harus mengobati kemudian. Tak terkecuali di Lapas, situasi penyakit yang sering timbul dikarenakan banyaknya penghuni dan situasi lingkungan yang tidak bersih mengharuskan mencegah penyakit lebih diutamakan dibanding mengobati.

Hal ini yang mendasari pelaksanaan fogging pada Jumat pagi (12/07/2019) di Lapas Kelas IIB Polewali.

Terlaksananya kegiatan ini berkat dukungan dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Polewali Mandar yang hadir pada kegiatan tersebut.Dalam pelaksanaannya kegiatan fogging ini berlangsung pukul 08:00 wita dipimpin langsung oleh Kasubsi Perawatan Lapas Polewali, Ilyas,S.Sos.

“Hari ini kita laksanakan fogging diseluruh titik Lapas Polewali terutama tempat yang dianggap riskan menjadi tempat perkembangbiakan dan pertumbuhan nyamuk seperti kamar hunian, sumur dan selokan.” Ungkap Ilyas

Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Polewali Mandar, H. Arfah, beserta tim yang terdiri dari 2 orang petugas pengasapan dan 2 orang pengawas.

Fogging sendiri dilakukan pada area yang dianggap riskan menjadi wadah berkembangnya nyamuk seperti
– Seluruh Blok Hunian WBP
– Seluruh Ruangan Pegawai
– Sumur, selokan & saluran air
– Kamar mandi
– Tempat sampah dan jemuran
– Beranggang dan Pos Menara
– Taman dan ruang besukan

Sementara itu Plh. Kalapas Polewali, I Wayan Nurasta Wibawa, A.Md.IP,S.Sos,M.Si menjelaskan bahwa ini merupakan tindakan pencegahan agar WBP tidak terjangkit virus yang disebabkan nyamuk.

“Fogging ini agar kesehatan WBP tetap terjaga sehingga tidak ada lagi WBP yang dilarikan ke Rumah Sakit” Ujar Wayan.

Saat ini jumlah WBP Lapas Polewali sebanyak 314 orang sedangkan jumlah penjagaan sebanyak 7 orang. Langkah pencegahan ini sejalan dengan upaya agar keamanan Lapas terjaga. Sebab jika harus melihat situasi saat ini, jumlah penjaga an WBP tidak seimbang. Ketika terdapat WBP yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit akan mengakibatkan personil penjagaan pun akan berkurang. Olehnya langkah pencegahan terus ditingkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close