Knowledge Transfer

Sebagaimana motto Lapas Polewali yang ingin membentuk manusia mandiri, yang kreatif dan religius program pembinaan terus dilakukan untuk membentuk kemampuan kerja mandiri bagi para Warga Binaan. Program kegiatan kerja yang dilakukan saat ini bukan hanya sekedar pengisi waktu luang bagi para Warga Binaan namun diharapkan terjadi proses perpindahan ilmu pengetahuan atau knowledge transfer, agar mereka yang selesai menjalani masa pidanannya benar benar dapat hidup mandiri saat bebas nanti.

Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagaimana nampak pada gambar di atas adalah proses pelatihan pemanfaatan komputer dalam pekerjaan administrasi. Sebagaimana diketahui bahwa Sub Seksi Kegiatan Kerja memiliki beberapa unit usaha diantaranya kafe jus, tata boga dll. Untuk melakukan proses administrasi kegiatan usaha dan pembukuan keuangan maka penggunaan komputer akan sangat membantu baik dalam simplifikasi pekerjaan, maupun kemudahan merekam segala kegiatan usaha.

Untuk itu sangat perlu bagi Warga Binaan yang masuk dalam program kerja mandiri untuk memiliki keahlian menggunakan komputer sebagaimana jamak dilakukan dalam berbagai bidang usaha. Lapas Polewali terus berkarya dan mempertahankan budaya transfer knowledege kepada para Warga Binaan agar kewajiban pembinaan sebagaimana yang diamanatkan Undang undang dapat terlaksana dengan baik dan berhasil guna.

Kafe Giatja Kemuning

Keberadaan kafe sederhana di lingkungan Lapas Polewali ini digagas oleh Ibu Musdalifa, salah seorang staf Subsie Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Polewali. Kafe dengan menu terbatas pada juss dan minuman dingin serta roti bakar tersebut diarahkan sebagai cikal bakal Kafe yang saat ini ruangannnya  sedang dalam proses pembangunan. Sambil menunggu selesainya pembangunan kafe, kegiatan usaha Giatja Kemuning sementara bertempat di ruang Subsie Giatja Lapas Polewali.

Kafe Giatja Kemuning adalah salah satu program kegiatan yang dibuat sebagai media pendidikan dan pengembangan kemampuan kerja dan kewirausahaan bagi warga binaan di Lapas Polewali. Konsep yang dilakukan dengan “pola estafet” ini diharpakan dapat memberikan ilmu, keterampilan dan kemampuan produksi serta wirausaha bagi warga binaan.

Dalam penjelasan Bapak Nasruddin S.H.I. selaku Kasubsie Kegiatan Kerja Lapas Polewali, pola estafet yang diberlakukan menuntut pengantian tenaga pelaksana ketika dianggap sudah memenuhi standar kecakapan tidak hanya dalam produksi namun juga kemampuan administrasi dan pembukuan. Dalam program tersebut  warga binaan terlibat langsung dalam keseluruhan proses usaha/bisnis. Dengan pola estafet ini diharapkan semua warga binaan mendapatkan kepandaian dasar dalam operasional sebuah depot minuman atau kafe mini.

Ayu salah seorang warga yang mendapat kesempatan dalam kegiatan kerja di Kafe Giatja Kemuning ini mengatakan sangat senang dengan adanya program tersebut. Selain dapat menghilangkan kejenuhan juga sekaligus mendapatkan pengetahuan dan keahlian.

Bapak Eko Rusli Fatara,  salah seorang warga binaan juga merasa sangat senang dengan adanya Kafe Giatja Kemuning. Selain harganya cukup ekonomis, kualitas dan rasa dari jus yang disediakan sangat enak karena ditunjang dengan bahan buah yang segar.

Geliat Usaha di Lapas Polewali

Program pengembangan Unit Usaha di Lapas Polewali semakin menggeliat. Sejak pembentukan Kelompok Usaha Bersama Boyang Malaqbi pergerakan usaha di dalam lingkungan Lapas Polewali berjalan sangat dinamis. Saat ini sudah ada beberapa unit usaha yang menjadi tanggung jawab Nasruddin S.H.I selaku Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Polewali.

Dalam salah satu kesempatan, Kalapas Polewali bapak Haryoto S.Sos bersama Kepala Pengamanan  Lembaga Pemasyarakatan, bapak Albar S.Sos mengunjungi unit usaha peternakan yang terletak di halaman belakang Lapas Polewali. Saat ini unit usaha peternakan fokus pada budidaya ikan, kambing, ayam kampung serta ayam petelur.

Kalapas Polewali nampak sangat antusias melihat perkembangan unit usaha peternakan tersebut yang saat ini mulai menampakkan hasil yang sangat menggembirakan. Untuk mengejar hasil yang lebih baik saat ini sedang dilakukan pembenahan kandang untuk ayam petelur dengan jalan menambah tinggi kandang menjadi 1,5 meter dari tanah.

Diskusi Santai di Rumah Dinas Kalapas

Setelah kunjungan tersebut diskusi dilanjutkan di rumah dinas Kalapas. Diskusi tersebut nampaknya akan menjadi milestone bagi pengembangan sub seksi kegiatan kerja ke depannya. Dalam diskusi santai yang membahas beberapa rencana dan strategi tersebut kalapas menyuguhkan kopi hitam serta kripik salak hasil produksi warga binaan. Pada kesempatan tersebut hadir juga Bapak Muh. Taufik S.Sos selaku Kepala Pembinaan Narapidana, Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Polewali.