Kafe Giatja Kemuning

Keberadaan kafe sederhana di lingkungan Lapas Polewali ini digagas oleh Ibu Musdalifa, salah seorang staf Subsie Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Polewali. Kafe dengan menu terbatas pada juss dan minuman dingin serta roti bakar tersebut diarahkan sebagai cikal bakal Kafe yang saat ini ruangannnya  sedang dalam proses pembangunan. Sambil menunggu selesainya pembangunan kafe, kegiatan usaha Giatja Kemuning sementara bertempat di ruang Subsie Giatja Lapas Polewali.

Kafe Giatja Kemuning adalah salah satu program kegiatan yang dibuat sebagai media pendidikan dan pengembangan kemampuan kerja dan kewirausahaan bagi warga binaan di Lapas Polewali. Konsep yang dilakukan dengan “pola estafet” ini diharpakan dapat memberikan ilmu, keterampilan dan kemampuan produksi serta wirausaha bagi warga binaan.

Dalam penjelasan Bapak Nasruddin S.H.I. selaku Kasubsie Kegiatan Kerja Lapas Polewali, pola estafet yang diberlakukan menuntut pengantian tenaga pelaksana ketika dianggap sudah memenuhi standar kecakapan tidak hanya dalam produksi namun juga kemampuan administrasi dan pembukuan. Dalam program tersebut  warga binaan terlibat langsung dalam keseluruhan proses usaha/bisnis. Dengan pola estafet ini diharapkan semua warga binaan mendapatkan kepandaian dasar dalam operasional sebuah depot minuman atau kafe mini.

Ayu salah seorang warga yang mendapat kesempatan dalam kegiatan kerja di Kafe Giatja Kemuning ini mengatakan sangat senang dengan adanya program tersebut. Selain dapat menghilangkan kejenuhan juga sekaligus mendapatkan pengetahuan dan keahlian.

Bapak Eko Rusli Fatara,  salah seorang warga binaan juga merasa sangat senang dengan adanya Kafe Giatja Kemuning. Selain harganya cukup ekonomis, kualitas dan rasa dari jus yang disediakan sangat enak karena ditunjang dengan bahan buah yang segar.