Knowledge Transfer

Sebagaimana motto Lapas Polewali yang ingin membentuk manusia mandiri, yang kreatif dan religius program pembinaan terus dilakukan untuk membentuk kemampuan kerja mandiri bagi para Warga Binaan. Program kegiatan kerja yang dilakukan saat ini bukan hanya sekedar pengisi waktu luang bagi para Warga Binaan namun diharapkan terjadi proses perpindahan ilmu pengetahuan atau knowledge transfer, agar mereka yang selesai menjalani masa pidanannya benar benar dapat hidup mandiri saat bebas nanti.

Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagaimana nampak pada gambar di atas adalah proses pelatihan pemanfaatan komputer dalam pekerjaan administrasi. Sebagaimana diketahui bahwa Sub Seksi Kegiatan Kerja memiliki beberapa unit usaha diantaranya kafe jus, tata boga dll. Untuk melakukan proses administrasi kegiatan usaha dan pembukuan keuangan maka penggunaan komputer akan sangat membantu baik dalam simplifikasi pekerjaan, maupun kemudahan merekam segala kegiatan usaha.

Untuk itu sangat perlu bagi Warga Binaan yang masuk dalam program kerja mandiri untuk memiliki keahlian menggunakan komputer sebagaimana jamak dilakukan dalam berbagai bidang usaha. Lapas Polewali terus berkarya dan mempertahankan budaya transfer knowledege kepada para Warga Binaan agar kewajiban pembinaan sebagaimana yang diamanatkan Undang undang dapat terlaksana dengan baik dan berhasil guna.

Senam Bersama Dharma Wanita

Jumat kemarin kegiatan program kesehatan berupa senam untuk memepertahankan kebugaran fisik di Lapas Kelas II B Polewali berjalan cukup meriah. Kemeriahan tersebut dikarenakan ikut hadirnya Ibu Ibu anggota Dharma Wanita Lapas kelas II B Polewali.

Kegiatan sendiri dimulai dengan peregangan dan dilanjutkan dengan senam pagi dengan berbagai jenis lagu pengiring senam. Para warga binaan terlihat sangat senang dan semangat mengikut senam tersebut. Sesekali terdengan teriakan gembira mengikuti alunan music dan gerakan gerakan senam.

Setelah melewati proses pelemasan otot, warga Lapas Polewali melanjutkan dengan berbagai kegiatan olah raga yang lain. Di sisi utara lapangan lapas nampak beberapa warga binaan bermain futsal. Di sebelahnya ibu Ibu Dharma Wanita bergabung dengan warga binaan bermain Volley, sementara di sisi selatan lapangan beberapa petugas dan warga binaan mengikuti permainan takraw. Selain itu ada juga kegiatan tenis lapangan yang diikuti oleh Kalapas, KPLP dan Kasi Kamtib serta warga binaan.

Pak Ilyas, Kasubsie Perawatan Narapidana dan Anak Didik mengatakan senam bersama ini akan menjadi agenda rutin karena sangat banyak manfaatnya. Perhatian jajaran Lapas Polewali akan kebugaran dan kesehatan bukan hanya bagi warga binaan, petugas dan keluarga pun mendapat perhatian yang sama. Selain itu dengan kegiatan senam bersama tersebut diharapkan ibu ibu Dharma Wanita juga bisa memahami kondisi di lingkungan kerja para petugas.

Kafe Giatja Kemuning

Keberadaan kafe sederhana di lingkungan Lapas Polewali ini digagas oleh Ibu Musdalifa, salah seorang staf Subsie Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Polewali. Kafe dengan menu terbatas pada juss dan minuman dingin serta roti bakar tersebut diarahkan sebagai cikal bakal Kafe yang saat ini ruangannnya  sedang dalam proses pembangunan. Sambil menunggu selesainya pembangunan kafe, kegiatan usaha Giatja Kemuning sementara bertempat di ruang Subsie Giatja Lapas Polewali.

Kafe Giatja Kemuning adalah salah satu program kegiatan yang dibuat sebagai media pendidikan dan pengembangan kemampuan kerja dan kewirausahaan bagi warga binaan di Lapas Polewali. Konsep yang dilakukan dengan “pola estafet” ini diharpakan dapat memberikan ilmu, keterampilan dan kemampuan produksi serta wirausaha bagi warga binaan.

Dalam penjelasan Bapak Nasruddin S.H.I. selaku Kasubsie Kegiatan Kerja Lapas Polewali, pola estafet yang diberlakukan menuntut pengantian tenaga pelaksana ketika dianggap sudah memenuhi standar kecakapan tidak hanya dalam produksi namun juga kemampuan administrasi dan pembukuan. Dalam program tersebut  warga binaan terlibat langsung dalam keseluruhan proses usaha/bisnis. Dengan pola estafet ini diharapkan semua warga binaan mendapatkan kepandaian dasar dalam operasional sebuah depot minuman atau kafe mini.

Ayu salah seorang warga yang mendapat kesempatan dalam kegiatan kerja di Kafe Giatja Kemuning ini mengatakan sangat senang dengan adanya program tersebut. Selain dapat menghilangkan kejenuhan juga sekaligus mendapatkan pengetahuan dan keahlian.

Bapak Eko Rusli Fatara,  salah seorang warga binaan juga merasa sangat senang dengan adanya Kafe Giatja Kemuning. Selain harganya cukup ekonomis, kualitas dan rasa dari jus yang disediakan sangat enak karena ditunjang dengan bahan buah yang segar.