CPNS DI LAPAS KELAS IIB POLEWALI MENGIKUTI PEMBEKALAN OLEH PRESIDEN RI

Selasa tanggal 27 Maret ada yang berbeda diruangan Kepala Lapas kelas IIB polewali, ruangan tersebut dirombak menjadi sebuah Aula Mini yang akan digunakan oleh CPNS untuk mengikuti Telecomfrence Precidental (TP) oleh Presiden RI (Jokowi dodo)

TP tersebut bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para CPNS di setiap instansi Kementerian. TP di Lapas Polewali diikuti oleh 13 orang CPNS.

Presiden Jokowi berpesan agar para CPNS dapat menjadi ASN yang ber Etika dan profesional.

Antusiasme Dari para CPNS pun terlihat dari keseriusan mereka menyaksikan dan memahami pidato dari Presiden.

“Acara seperti ini sangat penting dan jarang sekali bisa kami rasakan, apalagi ini langsung dari pak Presiden. Membuat saya semakin bersemangat untuk mengabdi kepada negara, khususnya dalam bidang Pemasyarakatan”. Tukas Mahfud, salah satu CPNS yang BKO di Lapas Polewali.

TP tersebut juga memecahkan Rekor Muri bahkan Rekor Dunia dalam kategori 80000 ASN memainkan Angklung secara serentak.

Geliat Industri Meubel Lapas Polewali

Program pembinaan berkesinambungan terus berjalan di Lapas Kelas IIB Polewali. Kali ini Subsi Kegiatan Kerja melakukan terobosan baru lagi dengan ikatan kerjasama dengan salah satu toko meubel terkemuka di Kabupaten Polewali Mandar. Dalam ikatan kerjasama tersebut Lapas Polewali kembali mendapat kepercayaan untuk melakukan produksi produk meubelair yang akan dipasarkan di Kabupaten Polewali Mandar dengan target selanjutnya adalah perluasan wilayah pemasaran ke seluruh Provisi Sulawesi Barat.

Nasruddin S.H.I selaku Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Polewali mengatakan untuk tahap awal produk yang dibuat adalah sofa dan bertahap akan dikembangkan ke jenis produk lain sesuai dengan kebutuhan pasar nantinya. Harapan beliau dengan unit kegiatan baru tersebut para Warga Binaan Pemasyaraktan selain mendapatkan kesempatan untuk belajar dan menambah keahlian juga bisa menghasilkan nafkah yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

Kepala Lapas Polewali Bapak Haryoto S.Sos dalam kesempatan lain menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi untuk menjadikan Lapas Polewali sebagai Lapas Produktif. Beliau juga menegaskan kembali komitmen Lapas Polewali untuk selalu mengembangkan program pembinaan yang bedaya dan berhasil guna serta dapat menimbulkan efek berkelanjutan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia tidak hanya di lingkungan Lapas Polewali namu juga Kabupaten Polewali Mandar secara umum.

Untuk itu Lapas Polewali membuka kesempatan seluasnya kepada kalangan usahawan di Kabupaten Polewali Mandar untuk bekerjasama dalam rangka meningkatkan daya saing usaha dan produksi.

Pegawai Lapas Polewali mengikuti Diklat Pengamanan Dasar

Terselenggaranya kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan cita-cita dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pelayanan masyarakat dilakukan secara prima (excellent services), yaitu transparan, berkualitas, efisien, demokratis dan berkeadilan. Kinerja aparatur dalam sistem pemerintahan yang demokratis sangat ditentukan oleh seberapa jauh rakyat memperoleh akses pelayanan yang sama tanpa dibedakan asal-usul, etnis, agama, maupun aspirasi politiknya. Untuk itu, dalam melaksanakan hal tersebut Pemerintah diwajibkan untuk memiliki SDM-SDM yang profesional dalam melaksanakan penyelenggaraan yang baik.

Berkaitan dengan hal tersebut jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat kembali melaksanakan pembinaan petugas dijajarannya melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Tingkat Dasar di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Barat Tahun 2018

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Andi Farida dalam pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia memiliki program tetap dalam melaksanakan pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas yang lebih profesional bagi seluruh aparatur di jajarannya.

“Seperti saat ini, pelaksanaan pembinaan aparatur terus dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan kualitas aparatur yang profesional, dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi Masyarakat” ungkapnya

Kepala Divisi Administrasi, Anggiat Ferdinan dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan ini diikuti peserta dari Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat

“selain menjadi wadah pembinaan kualitas SDM petugas Pemasyarakatan di Sulawesi Barat, Pelaksanaan kegiatan ini juga bertujuan melakukan upaya dalam menambah pengetahuan tentang konsep dasar-dasar Pengamanan di Lapas dan Rutan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat” tambahnya

Hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan. Farid Junaedi, Kepala Divisi Keimigrasian Silvester Sili Laba beserta para pejabat eselon III dan IV serta para Kepala UPT Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Sulawesi Barat.

Lapas Polewali sendiri pada kesempatan pelatihan tersebut mengirimkan 10 petugas jaga dan staffnya.

Sumber : Web Kemenkumham Sulbar