17 WBP pindah Hotel

Sejumlah 17 WBP pindah dari hotel prodeo Mamuju ke hotel prodeo Polman, Sabtu 24 Pebruari 2018. Seorang diantaranya wanita dan 16 orang lainnya pria. Semua dalam kategori usia dewasa.

Dari ketujuh belas WBP, terdiri dari 6 orang kasus tipikor, 3 orang kasus narkoba dan 7 orang lainnya kriminal umum. Pemindahan WBP dari Rutan Mamuju ini dilakukan dalam rangka upaya mengurangi over kapasitas di Rutan Mamuju yang sebenarnya hanya berkapasitas 140 orang saja.

Kalapas Kelas IIB Polewali Mandar, Haryoto mengatakan, “Pemindahan WBP ini sudah menjadi program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengatasi over kapasitas dan juga sekaligus untuk memberikan pelayanan pembinaan agar lebih manusiawi sehubungan dengan penempatan penghuni atau WBP”.

Penerimaan terhadap mereka di Lapas terbesar wilayah Sulawesi Barat ini berlangsung tertib, aman dan terkendali. Lebih lanjut Haryoto menyampaikan harapan, semoga mereka segera dapat menyesuaikan diri dengan program pembinaan yang sudah berjalan apik selama ini.

Perlunya optimalisasi pembinaan insan Pemasyarakatan

Menjadi insan pemasyarakatan atau petugas lapas yang merupakan pembina, bukan hal remeh temeh, karena mereka berhadapan langsung dengan warga binaan pemasyarakatan yang notabene mereka memiliki latar belakang yang kelabu atau bahkan gelap. Tidak sedikit petugas yang harus dirontokkan atribut karena terkontaminasi dengan warga binaan yang seharusnya bisa dibina ke jalan yang benar.

Dalam upaya ini, Lapas Polman memberi dasar kepada 21 CPNS melalui pembentukan karakter. 14 CPNS muslim diperintahkan mengikuti program ishlah diri. Selama 3 hari mereka i’tikaf di Masjid Masyra’atul Akhirat, Amola Binuang bersama Kalapas, Haryoto. Tidak hanya CPNS, dua warga binaan muslim yang menjelang bebas pun menjadi program Kalapas.

“Bagaimana mereka (wbp) akan kembali ke masyarakat dengan baik, tidak mengulang kejahatan, berpartisipasi dengan masyarakat dalam pembangunan kalau ruhaninya tidak dibangun, hanya sebatas pembangunan fisik melalui kemandirian tidak cukup. Kami merasa pembangunan yang hakiki adalah pembangunan jiwa, jelas Haryoto yang sudah memasuki bulan keempat masa tugasnya.

Tiga CPNS nasrani diperintahkan untuk ikut memberi pelayanan gereja, tiga muslimah bergabung dengan tim penyuluh dari kementerian agama kabupaten Polman, dalam rangka memahami tugas pelayan, karena hakikatnya aparatur sipil negara juga merupakan pelayan masyarakat
Lebih lanjut Haryoto menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut kepada pegawai-pegawai senior.

Dalam pelaksanaan program ini, Lapas Polman bekerja sama dengan Yayasan Al Mutakin Polewali, yang sudah lama berjalan tetapi belum optimal dan efektif. “Harapan saya, melalui kerja sama ini, out came pembinaan Lapas Polman benar-benar dirasakan manfaat positifnya bagi masyarakat, pelaksanaan pidana penjara bukan hanya sekedar mengurung narapidana”, demikian lanjut Kalapas.

Press Release

Sehubungan dengan berita berikut, selaku Kalapas Kelas II B Polewali menyampaikan bahwa :

1. Lapas Polman sudah menyatakan perang dengan Narkoba sejak saya diamanahkan sebagai Kalapas Polewali 17 Oktober 2017.

2. Akan menindak tegas siapapun dia, baik WBP apalagi petugas, jika terbukti melalui test urine atau test lainnya ternyata dinyatakan positif mengkonsumsi Narkoba.

3. Tanggal 29 Nopember 2017, 91 orang wbp kasus khusus Narkoba dari 290 wbp Lapas Polman, di test urine semua dinyatakan negatif. 20 orang wbp non Narkoba yang menjalani asimilasi dan tamping dapur juga ditest urine, semuanya negatif.

4. Tanggal 23 Januari 2018, bekerja sama dengan BNNK Polman, seluruh petugas Lapas sebanyak 57 orang ditest urine, semuanya dinyatakan negatif.

5. Mendukung sepenuhnya dan meminta secepatnya langkah Polres Mamuju apabila akan melakukan pengembangan di Lapas Polewali agar clear siapa sebenarnya pemain di balik layar ini, karena berdasarkan kegiatan di atas, Lapas Polewali dinyatakan bebas dari user narkoba baik warga maupun petugasnya.

Demikian press release ini disampaikan sebagai dukungan atas langkah Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Tanah Mandar dari Lapas Polman

Polewali, 1 Pebruari 2018

Kalapas Polewali

H a r y o t o